Satu ABK Kapal Tanker Tewas Terpanggang

Kompas.com - 27/08/2012, 20:59 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com -- Kapal tanker milik Pertamina yang terbakar di perairan Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (27/8/2012) memakan korban jiwa. Satu anak buah kapal (ABK) bernama Boaz dilaporkan tewas akibat menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Sedangkan dua lainnya menderita luka bakar. Korban tewas dan luka bakar kini berada di Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju.

Arief kurniawan, kapten kapal tanker Pertamina yang terbakar menceritakan, kapal bernama Suci Lesmana yang mengangkut 3.000 kiloliter bahan bakar minyak itu berangkat dari Balikpapan menuju Depo Pertamina, Donggala, Sulawesi Tengah. Namun saat memasuki perairan Mamuju pada Senin subuh, tiba-tiba dari bagian kamar mesin terjadi ledakan, disusul terbakarnya ruangan mesin tersebut.

Ledakan itu, lanjut Arief, membuat para kru kapal panik. Arief dan 17 ABK lainnya menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut. Sementara ABK lain salah satunya Boaz terlambat menyelamatkan diri karena saat itu sedang berada di ruang mesin kapal. Boaz terpanggang di ruang mesin kapal.

Jasad Boaz ditemukan tak jauh dari kapal tanker nahas tersebut. Kondisinya mengenaskan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Sedang dua ABK lainnya yang identitasnya belum diketahui, menderita luka bakar dan dirawat di RSUD Mamuju.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau